BELAJAR MENULIS GELOMBANG 17
Pertemuan 19 : Senin, 15 Februari 2021
Nama : Juni Hidayati, S.Pd
Unit Kerja : SMPN 2 Gemuh
Nara Sumber : Prof Ricardus Eko Indrajid
Moderator : Aam Nurhasanah, S.Pd
Topik : Kiat Menulis Buku Seminggu
Peresum : Juni Hidayati, S.Pd (juni_hidayati@yahoo.com)
TULIS APA YANG KITA ALAMI
Richardus Eko Indrajit lahir di Jakarta, 24 Januari 1969. Eko Indrajit adalah seorang akademisi dan pakar teknologi informatika asal Indonesia. Selain dikenal sebagi pakar teknologi Eko Indrajit merupakan pendidik, narasumber berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun di luar negeri. Kini, beliau tercatat sebagai salah satu anggota Pengurus Besar PGRI dan menjadi ketua PGRI Smart Learning Center and Character (PSLCC) yang berpusat di Gedung Guru Indonesia, PB PGRI jalan Tanah Abang III/24 Jakarta Pusat.
Seandainya ada kita punya waktu seminggu untuk berliburan bersama suami/istri dan anak-anak, pasti dalam seminggu tersebut banyak sekali yang dapat kita ceritakan. Menceritakan pengalaman sehari-hari kita merupakan cara menulis yang paling mudah dan paling menyenangkan. Mengubah komunikasi via oral (mulut) menjadi komunikasi tulis merupakan salah satu cara menerbitkan buku.
Pilihlah tema yang kita suka dan kita kuasai, ceritakan lewat tulisan. Jangan ceritakan ke orang lain apalagi sampai ngobrol ngalor-ngidul dengan orang itu. Yang punya hobi masak, silakan tulis segala sesuatu tentang masakan. Yang suka lagu-lagu, tulislah tulisan tentang lagu-lagu, kumpulkan lagu-laku yang menarik kemudian rapikan dan terbitkan jadi satu buku.
Hambatan terbesar untuk menulis adalah dari diri kita sendiri. Sering kita berpikir, kita tidak punya waktu untuk menulis. Pandemi merupakan moment yang sangat tepat bagi kita untuk menulis. Waktu yang tersedia dapat kita gunakan untuk menulis. Pengalaman susah memberi nasehat pada remaja. Saran ditulis di dalam kumpulan surat, kemudian diberi judul “surat untuk anakku yang kubanggakan”, surat itu diprint kemudian diletkkan di meja belajar anak. Hasilnya sang remaja justru menjadi sangat sayang dengan ayahnya.
Istri Profesor Eko sering dibuatkan puisi yang berasal dari lagu-lagu almarhum mertua A. Riyanto. Hasilnya hubungan mereka menjadi sangat romantis. Ketika ulang tahun kedua orang tua Prof Eko. Dihadiahi karya yang berisi tulisan pengalaman indah ketika masih satu atap. Ketika masih bersama-sama, pasti ibunya tersenyum sambil menangis haru.
Intinya mernulis bukan saja untuk publikasi, melainkan untuk meningkatkan imunitas tubuh supaya tidak mudah sakit. Degan menulis kita dapat membuat orang lain bahagia, tertawa, berpikir, dan lain sebagainya. Begitu dasyatnya tulisan pena. Dengan tulisan kita dapat membuat anak cucu kita mengenal kita.
Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Artinya adalah bahwa dari sejak dulu nenk moyang kita ingin agar kita ingin menulis, karena hanya dengan menulis maka kita dapat hidup seribu tahun lagi

Komentar
Posting Komentar