MENANG LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA
MEMENANGI LOMBA PENELITIAN ILMIAH REMAJA
Berawal dari mengajar materi sosiologi tentang kenakalan remaja. Aku meminta siswa-siswiku untuk melakukan penelitian tentang perilaku remaja di lingkungan mereka. Kuminta mereka membuat laporan sederhana dari hasil penelitian mereka.
Ada dua laporan yang menarik. Dua laporan tersebut kuangkat untuk dijadikan
pilot projek pert
amaku membimbing siswa-siswi mengikuti lomba karya ilmiah
remaja. Aku berusaha membimbing mereka
semampuku dibantu teman guru Bahasa Jawa.
Kebetulan beliau sering menulis dan mengikuti berbagai lomba.
Ketika ada pengumuman lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat Provinsi aku memberanikan diri mengikuti kegiatan tersebut. Tanpa diduga tim kami berhasil lolos sebagai finalis lomba. Kami diundang di Provinsi untuk mempresentasikan hasil penelitian. Kami berusaha mempersiapkan segala sesuatunya semaksimal mungkin.
Kami berangkat ke Semarang untuk presentasi hasil penelitian. Tim kami mendapat nomor undi 2. Retno dan Umi nama anak yang maju presentasi, mereka berdua sangat kompak menyajikan hasil penelitian. Retno memaparkan materi, sementara Umi bertindak sebagai operator laptop.
Tiba hasil pengumuman lomba. Kami tidak mempunyai target untuk menang. Berhasil lolos sebagai finalis saja kami sudah sangat bersyukur. Dewan juri membacakan juara harapan 1, harapan 2, harapan 3, disusul juara 3, juara 2, dan juara 1. Ketika membacakan juara 1 mereka sangat mengapresiasi juara 1, kemudian mereka menyebut nomor undi 2. Tiba-tiba Retno berteriak sangat kencang “Hore!!! Kita menang, kita menang!!” soraknya. Aku hampir tidak percaya “Apa iya? Apa kita nomor undi 2?” tanyak. “Iya bu..” sahut Retno dan Umi bersamaan.
Retno maju dengan senangnya. Piala diterima dengan bangganya, aku masih tidak percaya dengan hasil yang kami peroleh. Ada piala, piagam, dan uang pembinaan yang kami terima. Jumlahnya sangat banyak menurut kami. Ternyata buah dari hasil menulis dan meneliti sangat manis.
Kami pulang kembali ke sekolah dengan hati berbinar-binar. Terima kasih Retno, terima kasih Umi, terima kasih anak-anakku. Kalian telah bekerja keras untuk mengikuti lomba ini. Segala saran kami kalian ikuti, kalian anak-anak yang patuh, bersemangat, dan sangat ingin untuk berprestasi. Teruslah belajar untuk mempelajari segala sesuatu.
Komentar
Posting Komentar