MENEMBUS LOMBA PENELITIAN REMAJA TINGKAT NASIONAL

 

MENEMBUS LOMBA PENELITIAN REMAJA TINGKAT NASIONAL

 


Siang itu aku mengamati poster pengumuman Lomba Penelitian Remaja tingkat nasional yang dipampang di papan pengumuman sekolah.  Pelan-pelan kuamati kata demi kata beserta gambar yang menurutku menakjubkan.  Gambar seorang guru sedang membimbing siswa-siswinya melakukan kegiatan penelitian.  Betapa hebatnya mereka bisa melakukan pembelajaran sampai menghasilkan karya hingga tembus tingkat nasional.  Ingin rasanya seperti mereka.

Rupanya Bu Wiwin temanku melihatku memperhatikan poster itu, “Ayo bu, lakukan penelitian kemudian ikuti lombanya, nanti tak mintakan biayanya dari sekolah!”  teriaknya.  “Ini bu Juni, ini murid kita”,  kata Bu Romdonah, guru Bahasa Jawa sambil menunjuk gambar di poster itu.  “sangat mirip sekali bu!”  timpalnya.  “Ayo segera lakukan penelitian, aku mendukung dari belakang”.  Lanjutnya bu Romdonah sambil berlalu.

Malam harinya aku mengungkapkan keinginanku untuk mengikuti Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Nasional pada suami.  “Ikuti saja, tidak perlu berharap menang atau kalah.  Yang penting sudah berusaha”.  Kata suamiku.

Aku mengajak 4 muridku yang memiki kemampuan untuk membuat karya ilmiah untuk mengikuti lomba ini.  Kuminta mereka menulis tema yang menurut mereka menarik.  Mereka memilih tema pergaulan bebas remaja dan facebook yang kala itu sedang merebak.  Kubimbing mereka melakukan kegiatan penelitian dan pelaporahan hasil penelitian.  Merek sangat antusias melakukan penelitian, teman-teman merekapun semangat membantu terselesainya laporan penelitan.

Laporan penelitian selesai, segera kukirim ke panitia.  Ada sedikit keraguan, apakah naskah ini sampai ke panitia?  Maklumlah kami baru sekali ini mengikuti lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Nasional.  Setelah kami mengirim naskha, kami tidak pernah mengingatnya kembali

Petugas Tata usaha memanggilku untuk memberikan surat pemberitahuan bahwa penelitan kami lolos sebagai finalis Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Nasional.  Antara percaya dan tidak percaya aku membaca surat dari Kementrian Pendidikan Nasional.  Kepala Sekolah memberikan selamat dan meminta kami latihan untuk presentasi. 

Sebelum maju ke tingkat nasional, kami dibimbing di pronvinsi bersama finalis lain se Jawa tengah.  Pembimbingan di lakukan selama 3 hari.  Persiapan mental sangat diutamakan disini.  Beberapa pakar dalam ilmu penelitian didatangkan untuk membantu persiapan kami.  Kami diberikan seragam gratis.  Baru kali ini aku merasakan ukur kain menjadi baju dalam waktu 1 x 24 langsung jadi, dan kualitasnyapun sangat bagus. Padahal biasanya aku ukur baju sampai jadi baju paling cepat 2 minggu.  Disini sehari semalam jadi, padahal yang dijahit sekitar 30 potong.

Rombongan peserta penelitian ilmiah remaja Jawa Tengah diangkut menggunakan armada dari provinsi.  Kami diberi uang saku yang cukup lumayan untuk ukuranku.  Kami berangkat bersama-sama menuju kota Solo. 

Tiba di Hotel Solo Paragon, kami segera menurunkan segala perlengkapan dan masuk hotel.  Waw hotelnya sangat mewah tingkat 24.  Kami sangat excited sangat senang sekali.  Seumur-umur baru kali ini menginjakkan kaki di hotel mewah.  Kamar mandinya sangat bersih sekali.

Selama 4 hari kami berada di Hotel Solo Paragon.  Sehari untuk chek in dan pembukaan acara, dua hari untuk presentasi dan hari terakhir kami piknik di Candi Borobudur.  Aku dan muridku Ema mendapat giliran terakhir presentasi.  Aku berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan penampilan Ema, namun Ema terlalu gugup menghadapi dewan Juri.  Penampilan Ema tidak terlalu maksimal.  Biarlah, yang penting kami sudah berusaha sebaik mungkin.  Acara penutupan diumumkan para pemenang dan pemberian uang saku.  Kami semua mendapat uang saku, baik pembimbing maupun peserta.  Peserta juga akan mendapat beasiswa melalui rekening pribadi. 

Acara selesai kami pulang kembali ke sekolah dengan membawa kenangan yang indah dan manis.  Suatu keberkahan dari hasil jerih payah kami yang melakukan kegiatan penelitan.  Terima kasih untuk semua pihak yang sudah mendukung, membantu, dan memberikan segalanya untuk keberhasilan kami.  Jangan pernah berputus asa menghadapi segala kesulitan, sesungguh dibalik kesulitan ada kemudahan.

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENANG LOMBA MENULIS KARYA ILMIAH KOPERASI