BELAJAR MENULIS GELOMBANG 17

Pertemuan 4          :   Senin, 11 Januari 2021

Nama                    :     Juni Hidayati, S.Pd

Unit Kerja            :     SMPN 2 Gemuh

Nara Sumber        :     Eva Hariyati Israel, S.Kom

Moderator            :     Bambang Purwanato

Topik                   :      Pengalaman Menjadi Penulis Buku Kilat

Peresum               :     Juni Hidayati, S.Pd (juni_hidayati@yahoo.com)

 

PENGALAMAN MENJADI PENULIS BUKU KILAT

Eva lahir pada tahun 1983, segudang prestasi yang sudah ditorehkan dalam usia muda, diantaranya:  Pembatik terbaik ke-2 tahun 2019, instruktur provinsi, pendamping guru penggerak dan lain sebagainya.. Bu Eva berbagi pengalaman menjadi penulis buku kilat.  Harapannya dengan menceritakan pengalaman menulis buku kilat dapat memberikan inspirasi bagi peserta pelatihan untuk bersemangat menulis.

Berawal dari kegiatan belajar menulis bersama Omjay dan kawan-kawan yang memberikan ruang dan menjadi wadah bagi para penulis pemula. Grup gelombang 7 yang memberikan pengalaman yang nyata dan mampu menjadikan Eva menjadi penulis handal.  Buku berjudul "Kelas Maya-Membangun Ekosistem E-Learning di Rumah Belajar terlahir dari kelas belajar gelombang 7.  Saat ini Eva sedang merampung 2 buku.  Buku ke-2 berjudul "Model Pembelajaran-Merancang Pembelajaran Kopetensi Abad 21", berkarakter, dan literat di era kenormalan baru, dan 1 buku saat ini dalam tahap penulisan dengan judul Guru Penggerak-Belajar Merdeka, Merdeka Belajar.

Awalnya bergabung untuk menimba ilmu, mengikuti rangkaian kegiatan.  Omjay meminta peserta membuat tulisan dengan tiga paragraf.  Tema yang ditulis yang ringan-ringan saja, misalnya siomay, kucing, bayi atau apa saja yang ada di benak kita.  

Pada saat materi disampaikan oleh Prof Ricardus Eko Indrajid, Beliau mengajak peserta untuk berkolaborasi menulis bersama beliau dengan jangka waktu menulis hanya 1 minggu. Omjay menawarkan kepada peserta siapa yang mau menulis dengan profesor dengan tema yang sudah ditentukan.  Tergabunglah 21 orang penulis yang menulis bersama profesor Ricardus.  Sesuai dengan bidang keilmuannya, maka Eva memilih tema E-learning 1001.  Setelah membaca beberapa buku dan melihat tayangan video Profesor Ricardus tentang E-learning, akhirnya Eva mengungkapkan dalam tulisan tentang Kelas Maya Rumah Belajar.  Setelah merasa yakin dengan judulnya langkah berikutnya adalah membuat daftar isi yang dikembangkan dari main map.

Hari pertama main map tentang buku difokuskan,  mainmap ini didapatkan dari belajar menulis bersama Akbar Zainudin penulis buku Man Jadda Wa Jadda.  Main map kemudian dituangkan ke dalam outline yang hari itu juga disetujui oleh Profesor Eko.  Hari berikutnya berhasil menyerahkan outline atau daftar isi buku yang akan ditulis.

Hari-hari berikutnya dihabiskan untuk menulis isi buku.  Fokus dan mengefektifkan waktu yang ada.  Hingga lupa tidur, berpacu dengan deadline waktu seminggu yang semakin mengejar.  Dari 21 orang yang mendaftar hanya 11 orang yang lolos, mampu menjawa tantangan.  11 orang yang sudah membuat tulisan hanya 9 yang tulisannya lolos untuk diterbitkan oleh penerbit mayor.  Sungguh suatu kepuasan batin yang tak ternilai.  Jerih payah terbayar sudah dengan hasil yang memuaskan.

Pengalaman adalah inspirasik, kalimat itulah yang menjadi ide ketika menulis buku. Pengalaman yang dilalui di rumah belajar 2019 memberi inspirasi menulis buku tentang Kelas Maya Rumah Belajar, pengalaman menjadi instruktur kurikulum 2013 menginspirasi menulis buku Model Pembelajaran- Merancang Pembelajaran kompetensi abad 21, berkarakter,merdeka dan literat di era kenormalan baru.  Saat ini Eva menjadi calon pendamping guru penggerak angkatan pertama.  Pengalaman menjadi guru penggerak menginspirasi Eva menulis buku Guru Penggerak Belajar Merdeka, Merdeka Belajar.

Ketika kita menulis dengan niat berbagi ilmu, maka akan ada jalan untuk memudahkan tujuan kita.  Bertemu dengan orang-orang hebat adalah inspirasi luar biasa yang didapat. Ilmu yang kita peroleh semakin dibagi semakin bertambah.  Ketika selesai satu buku keinginan untuk membuat buku berikutnya semakin menjadi,  Seperti candu, kita akan ketagihan untuk selalu menulis

Setelah buku selesai ditulis, Prof Eko menyarankan untuk meminta orang-orang yang dianggap penting membuat kata pengantar.  Maka orang pertama yang diminta membuat kata pengantar adalah Omjay.  Buku pertama Eva mendapat apresiasi dari Gogot Suharwoto, kepala Pustekkom 2017-2020.  Buku ini pun diposting di FB dan mendapat apresiasi yang luar biasa meledak

Pesan dari Eva adalah hilangkan keraguan yang ada, hargai potensi diri kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang sempurna dan memiliki bakatnya masing-masing.  Yakinlah bahwa dalam diri kita ada hambatan yang dapat kita pecahkan sendiri.  Profesor Eko berpesan bahwa cita-cita sperti laskar pelangin yang harus dikejar.  Yakinlah bahwa kita bisa



 

 

Komentar

  1. Cakep tulisannya bu semangat lanjutkan

    BalasHapus
  2. Masya Allah, tulisan Bu Juni rapi, lengkap, dan menarik. Tetap semangat Bu.

    BalasHapus
  3. Mantaaap ibu....lanjutkan..salam literasi..

    BalasHapus
  4. Hebat ibunda...tetap semangat... lanjutkan kami slalu menunggu tulisan ibunda...sehat sukses aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENANG LOMBA MENULIS KARYA ILMIAH KOPERASI